KaskusToday

follow us

Artikel Terbaru

Pengertian Shared Hosting, Cloud Hosting, dan Vps

Pengertian Shared Hosting, Cloud Hosting, dan Vps


Pengertian Shared Hosting, Cloud Hosting, dan Vps


Dalam dunia blogging tentu kita tidak asing lagi dengan istilah hosting, pengertian hosting seperti yang dilansir idebagus.com adalah sewa tempat yang digunakan untuk menyimpan data data website seperti gambar, teks, plugin, email, program, script, database dan lain lain, yang mana dengan cara menyimpan data di hosting seseorang dapat mengakses konten melalui internet.
Konten internet itu berupa artikel, gambar, file, dan lain-lain.

Nah hosting sendiri terbagi lagi menjadi beberapa bagian diantaranya.


1. Shared Hosting


Dilansir dari halaman web diskusisahabatcloud.id,  Shared hosting (Dalam bahasa Indonesia: Hosting berbagi) adalah jenis web hosting yang mana dalam penggunaannya dipakai oleh banyak pengguna, tanpa adanya pembagian resource yang khusus seperti RAM dan Proccesor untuk setiap client-nya, sehingga semua client yang berada di shared hosting menerima resource yang tidak beraturan, rentan down (tidak bisa diakses).

Sederhananya, RAM dan Proccesor yang ada di suatu server akan digunakan secara bersama-sama dengan client lainnya, tanpa adanya batasan.

Ketika provider hosting menganggap seorang client melanggar kebijakan penggunaan, mereka tidak akan segan-segan menjatuhkan suspend.

Suspend ini biasanya dijatuhkan kepada pengguna yang dianggap memberatkan kinerja server (website terlalu banyak melakukan query, menghabiskan banyak bandwidth, dan memiliki traffic yang padat), dan ini bukan lagi menjadi hal yang aneh atau jarang terjadi bagi seseorang yang menggunakan shared hosting untuk menampung website miliknya.

Selain itu, shared hosting dikenal tidak stabil, dan cendrung membuat website lambat diakses karena besarnya jumlah pengguna yang berada pada suatu server.

Namun sebagai ganti dari kekurangannya tersebut, shared hosting dapat didapatkan dengan harga yang  sangat murah.

Saat ini kebanyakan provider hosting juga telah menyediakan shared hosting dengan fitur yang cukup lengkap,seperti cPanel dan script auto-installer, seperti Softaculous yang dapat memudahkan pengguna dalam melakukan pengelolaan hosting.

shared hosting juga dikenal dengan istilah 'hosting tradisional', karena hosting dengan sistem kerja seperti ini terbilang sudah kuno dan memiliki kekurangan yang banyak, jika harus dibandingkan dengan kelebihan yang dimilikinya.

Nah dari pengertia diatas dapat diambil kesimpulan, shared hosting ini adalah mesin yang menyimpan berbagai database yang dalam penggunaanya dipakai secara bersamaan . Dan apabila suatu waktu salah satu website memiliki pengunjung yang membludak maka server pun akan terbebani dan akses website menjadi lebih lambat dari biasanya. Untuk menyewa jasa shared hosting sendiri terbilang sangat murah, harga untuk per bulan nya biasanya berkisar 15 ribu sampai 30 ribu.

2. Cloud Hosting


Dilansir dari blog dewaweb.com
Cloud hosting adalah sebuah solusi hosting yang amat handal, mudah untuk berkembang dengan biaya yang terjangkau berbeda dengan shared hosting tradisional dalam beberapa aspek penting.

Pada sistem cloud hosting, website  di-hosting-kan pada serangkaian server-server yang saling berhubungan satu sama lain dan berfungsi sebagai satu kesatuan.   tidak harus bergantung pada satu mesin server saja – jika salah satu mesin server rusak, mesin server lainnya akan segera mengambil alih dengan jeda waktu yang singkat saja sehingga masa kegagalan server (server downtime) menjadi amat minimal.

Website akan mendapatkan alokasi sumberdaya yang dikhususkan (CPU, RAM dan kapasitas disk) yang tidak dibagi-pakai dengan pengguna lainnya.  Jika situs anda mendapatkan jumlah pengunjung yang banyak dan membutuhkan sumberdaya yang lebih lagi, anda bisa dengan mudah melakukan upgrade ke paket hosting yang lebih baik dengan jumlah sumberdaya yang lebih banyak.  Jika salah satu pengguna melebihi batas penggunaan sumberdaya yang sudah dialokasikan untuknya, maka hanya website sang pengguna bersangkutan sajalah yang akan mengalami penurunan performa/tidak bisa di-load.  Pengguna-pengguna lainnya beserta website-website lainnya tidak akan terpengaruh sama sekali.  Penggunaan sumberdaya diantara para pengguna di sistem cloud akan menjadi adil dan dibatasi antara satu dengan yang lainnya. Hal ini tentu saja akan mencegah penyalahgunaan penggunaan sumberdaya oleh pengguna itu sendiri atau oleh pengguna yang lain.

3. Vps (Virtual Private Network )

VPS atau Virtual Private Server (Dalam bahasa Indonesia: Server virtual untuk perorangan) adalah sebuah server yang juga terkadang disebut dengan istilah semi-dedicated server, karena dengan menggunakan VPS, kita dapat mendapatkan akses secara penuh terhadap server yang kita miliki.

Server hosting ini menggunakan sistem virtualisasi untuk memecah suatu dedicated server menjadi puluhan server virtual yang memiliki spesifikasi yang lebih kecil, itulah VPS.

VPS ini dikhususkan kepada Anda yang memiliki traffic yang padat (Estimasi: pengunjung > 15.000 pengunjung unik per hari).

Jika diminta untuk memilih, diantara shared hosting, cloud hosting, dan VPS, maka VPS menempati peringkat teratas dalam hal kestabilan, mengingat kita mendapatkan alokasi memory dan procesor yang mengkhusus (sama seperti halnya cloud hosting), namun untuk VPS, kita mendapatkan kontrol penuh atas pengelolaan server.

Selain dapat dijadikan web hosting, Anda dapat melakukan konfigurasi terhadap VPS yang Anda miliki menjadi server SSH, membuat proxy server, OpenVPN, mail server, dan masih banyak lainnya.

Namun sebagai ganti dari keuntungan yang didapat dari penggunaan VPS, Anda harus menyiapkan budget yang lebih untuk dapat menyewa sebuah VPS.

Selain itu, Anda tidak akan mendapat fitur control panel seperti cPanel, ataupun software auto-installer, seperti Softaculous pada saat membeli VPS. Jika Anda ingin mendapatkan fitur tersebut, Anda harus membeli lisensi dari software-software tersebut, itupun harganya cukup mahal ($20 per bulan untuk cPanel dan $1,5 per bulan untuk Softaculous)


Dalam hal pemeliharaan dan pengelolaan, VPS sangatlah berbeda dengan cloud hosting dan shared hosting. Berbeda dengan halnyacloud dan shared hosting yang dapat langsung dipakai (setelah melakukan pembelian) karena telah dilengkapi oleh berbagai macam fitur yang disediakan oleh provider hosting, pada saat Anda membeli sebuah VPS, yang Anda dapatkan hanyalah sebuah 'server kosong' yang tidak memiliki konfigurasi apapun didalamnya, terkecuali OS yang digunakan.

Anda tidak dapat begitu saja menjadikan VPS ini sebagai web hosting, karena sebelum menjadikan VPS sebagai web hosting, Anda harus melakukan konfigurasi terhadap VPS yang Anda punya hingga siap digunakan untuk menampung website yang Anda punya.

Dan untuk melakukan hal tersebut, Anda harus mengetahui syntax-syntax atau command line di Linux, atau paling tidak, Anda harus menemukan tutorial yang valid dan dapat membantu Anda untuk mengkonfigurasi VPS yang Anda miliki menjadi web hosting dari 0.

Maka dari itu, saya sendiri tidak begitu menyarankan Anda untuk menggunakan VPS jika Anda masih awam dalam bidang ini, karena ditakutkan jika nantinya Anda telah membeli VPS, Anda tidak dapat mengkonfigurasi VPS tersebut menjadi web hosting.

Terlebih lagi, kebanyakan provider hosting juga hanya menyediakan VPS un-managed, artinya mereka tidak mau ikut campur dalam pengelolaan VPS yang Anda punya dan Anda harus me-manage VPS secara mandiri, tanpa adanya bantuan dari pihak CS, jikapun ada provider yang mau memberikan bantuan, mereka hanya akan memberikan bantuan dalam skala kecil saja.

Kurang lebih, itulah beberapa hal yang menjadi pembeda shared hosting, cloud hosting, dan VPS.

Sumber:

- Dewaweb.com
-Sahabatcloud.id

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar